"I'm broadcaster" :D
![]() |
| Ka Sela sama Meri, rekan siar remaja juga :-) |
Serius aku seneng banget kalo ada orang yang bilang aku ini penyiar, kalau dengerin kata penyiar yang ada di dalam benak ku adalah, "gimana-ya-supaya-aku-bisa-jadi-penyiar",
it's my dream, sejak kelas 1 SMP, sampai sekarang, sampai aku udah ga jadi penyiar lagi. bahkan sekarang aku masih ragu, boleh ga ya aku menyebut diriku penyiar ? ah aku belum terlalu hebat sampai pada sebutan yang mengagumkan itu.
my school is my life, sebagian hidupku adalah disekolahku, di SMK ku aku menemukanya, sebuah tawaran menjadi penyiar, penyiar remaja. untuk acara remaja di sebuah lembaga penyiaran donk pastinya.
di RRI Tanjungpinang.
ga pake bla bla bla, aku memberanikan diri ikutin audisi di sekolahku, berlagak bicara ala penyiar di depan juri, ah ga usah diceritain deh ya gimana proses seleksinya, yang jelas kira2 1 minggu setelah hari seleksi itu aku udah ada di studio 2 dan menjadi pengisi acara remaja di sana. "oh gini ya rasanya jadi penyiar" gumamku dengan manisnya. tentunya bukan hal yang menyenangkan menjadi seorang yang baru dalam hal ini. butuh adaptasi,sosialisasi bertahun-tahun untuk menuntaskan keingintahuanku tentang cara,alat dan proses yang ada di hadapanku saat ini.
hari sabtu dan minggu jadwal rutinku ke studio, tau ga sih setiap aku jalan tu dalam hati aku ini ada yang nyebut nyebut "Aduh, gini ya rasanya kalo penyiar lagi jalan" berlebihan banget kan ? oke in aja lah, toh ga ada yang denger juga aku bilang begitu.
Ga cuma hal baru yang aku temukan, hal lama yang sudah terlupa pun bisa aku temukan lagi.
sejak aku sering menelpon seorang penyiar dari rumah, kini aku yang menerima telpon itu dan berhubungan secara langsung ataupun tidak dengan banyak orang , dengan banyak kontak, banyak pendengar.
komunikasi yang seringkali 1 arah ini jujur saja membuat aku lebih percaya diri, dan mengubah hobby , dari menulis sekarang aku jadi hobby berbicara.
Ruangan Full AC dan Full Music, Full intenet,Full informasi, berita , iklan, hm berasa jadi seorang pablik figur.
Aku banyak tau hal yang tak banyak orang tau. ngerti gimana susahnya bikin naskah, gimana susahnya bermain drama musika, ( padahal cuma bacain sebuah dialog ) Ampun deh segitu aja susah banget, kalo ga percaya kalian boleh coba. semuanya ga semudah yang kalian dengar. butuh latihan dan beberpa kali ulang untuk hal itu. Plis deh itu cuma 1 dialog !! apalgi kalo jd pemeran utama atau narator. tapi kakak kakak penyiarku yang hebat itu terbukti setiap bulan punya 1 judul drama yang naskah.nya TEBAL GILA, dai imajinasi mereka sendiri. 1 lagi fakta kalo menurutku penyiar itu hebat. kegiatan mereka dari subuh tu kurang lebih ngidupin pemancar siaran, sampe jam 11 matiin pemancar, belum lagi kalo ada kendala mati lampu, mereka harus bolak balik kebelakang lagi ngidupin pemancar. aku hampir ga percaya penyiar itu hafal hampir seluruh lagu yang ada di monitor dan hafal lagu 2 apa saja yang sudah di diputarkan hari ini dan dijamin ga akan diputarkan lagi untuk hari ini. kalo cara mereka bicara jangan diragukan lagi, cara mereka mencari informasi fresh dan bermanfaat untuk pendengar dengan cepat,cara mereka mengatasi kesalahan teksnis, cara mereka dengan sopan melayani setiap penggemar yang datang, cara cara mereka yang tak bisa aku jabarkan , itu lah cara yang juga aku pelajari selama aku menimba ilmu disana . dan menurutku ga salah kalau aku mengucapkan terimakasih kepada mereka, mungkin mereka bosan mengingatkan dan memberi tau aku. akunya aja yang ngeyel, salah terus, semakin banyak salah, semakin banyak aku mengerti.
Jangan kira dengan semua yang aku jabarkan tadi sepanjangnya adalah menyenangkan, pernah beberapa saat aku menemui kejenuhan . gini nih rasanya "jenuh,bosan banget ngoceh terus, pusing rasanya dari tadi dengerin lagu, setiap detik ditempat ini begitu bosan dan cepat cepatlah jam siaranku berakhir" .
Disini aku membentuk kenangan dengan seorang yang aku sayang, hal kecil sih aku sering memutarkan lagu lagu yang aku suka, yang dia suka. yang kami suka.
barusan waktu aku lagi nulis buat posting tulisan ini, ada yang menelpon ku , sekitar 3 menit yang lalu " halo , dek ko dimana ?" aku tafsirkan suara ini sering ku dengar memang ." di tempat kerja kak" kataku pelan, soalnya tempat kerja ku yang baru memang lagi agak rame, " mha ? lo ga siaran ?" OMG sedih tau ga waktu denger begitu, heee
barusan waktu aku lagi nulis buat posting tulisan ini, ada yang menelpon ku , sekitar 3 menit yang lalu " halo , dek ko dimana ?" aku tafsirkan suara ini sering ku dengar memang ." di tempat kerja kak" kataku pelan, soalnya tempat kerja ku yang baru memang lagi agak rame, " mha ? lo ga siaran ?" OMG sedih tau ga waktu denger begitu, heee
kira2 4 hari yang lalu, aku memutuskan untuk tak laagi mengudara ( walaupun kalo di udara aku ni belum apa2, kalau diumpakan benda2 yanag sering di udara, aku ini baru debu aja,hehe) sedikit lebih baik ku tulis debu dia ringan dan terbawa kemana saja, dari pada batu. keras disitu situ juga, dan lagi batu mana bisa mengudara, hhe
balik lagi dengan keputusan ini. mencari hal baru seperti halnya yang dilakukan kebanyakan remaja asetelah mereka lulus SLTA, nah itu dia yang aku lakukan sekarang, aku ingin tau hal lain bukan yang lebih menarik dari ini , tapi yang lebih susah yang tidak aku mengerti..atau memecahkan sebuah rahisia hidupku pada langkah yang lain. Semoga aku berhasil (AMIN).
![]() |
| Gini nig kalo lagi asik siaran |
kurang lebih 3 kali puasa dan lebaran, ( 3 tahun ) mengenal dunia yang menjadi obsesiku, walaupun baru sebatas debu, aku rasa aku cukupkan dulu. tentnunya dalam hati ini aku terus berharap aku bisa kembali ke dunia itu. Ku fikir juga ga berlebihan kalau hanya sekedar mengucapkan selamat tinggal untuk semua kebiasaan yang membawa aku menjadi seperti sekarang ini, seorang gadis manis yang beruntung bisa mencoba kesempatan menjadi penyiar. karena jumlah penyiar kan masih bisa dihitung, masih terbilang langka dan unik. selamat tinggal untuk semua hal yang aku Cintai disana .
Aku pasti akan ng.post tulisan yang lebih menyenangkan dari ini kalau suatu hari nanti aku bisa jadi penyiar beneran.
Perasaan aku saat ini ga sertngan tulisan ini. beberapa orang yang mungkin sering mendengarkan suara ku di udara dengan setia ( salah satunya mamaku ), otomatis sekarang ga akan kedengaran lagi . tapi sekali lagi pelajaran yang aku dapat, seorang penyiar harus tetap memberikan senyum dan tawa, walau mereka lagi sedih :-)
![]() |
| Sama Ziza rekan siar remaja juga :-) |
![]() |
| Ini Foto aku Yang terakhir distdudio :') |
![]() |
| Ka uyun sama Ka sela |




